MAGETAN - Aksi sigap dan respons cepat kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI AD di lingkungan Kodim 0804/Magetan. Serka Suyadi, Babinsa Desa Krowe dari Koramil 0804/12 Lembeyan, memimpin pergerakan cepat bersama tim gabungan untuk memadamkan kebakaran yang melanda lahan pohon jati di lereng Gunung Bancak, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, pada Senin malam (21/9/2026).
Peristiwa kebakaran yang sempat memicu kekhawatiran warga ini terjadi di medan yang cukup sulit. Namun, kobaran api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan berkat sinergi kokoh antara Babinsa, personel Polsek Lembeyan, tim BPBD Kabupaten Magetan, PMI Magetan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta puluhan masyarakat setempat.
Secara heroik, tim gabungan harus menembus pekatnya kegelapan malam dan rapatnya belukar kering di lereng gunung demi memutus titik api agar tidak meluas ke area hutan produksi maupun pemukiman warga.
"Begitu menerima laporan dari warga mengenai titik api di lereng Gunung Bancak, kami langsung berkoordinasi dengan Polsek, BPBD, Damkar, dan mengajak warga bergerak ke lokasi. Fokus utama kami adalah pemadaman cepat agar api tidak semakin membesar akibat tiupan angin malam, " ujar Serka Suyadi di lokasi kejadian.
Kerja keras tanpa lelah yang ditunjukkan oleh Serka Suyadi bersama tim gabungan di lapangan membuahkan hasil manis. Setelah berjibaku melawan asap dan bara api di bawah temaram lampu senter, api yang membakar lahan jati tersebut akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Aksi tanggap darurat ini menuai apresiasi luas dari masyarakat Desa Krowe. Kehadiran Babinsa yang selalu berada di garis depan saat warga membutuhkan bantuan, membuktikan nyata komitmen kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga keamanan dan keselamatan wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lereng Gunung Bancak dipastikan telah aman dan kondusif. Pihak berwenang juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki musim kemarau dan angin kencang seperti saat ini. (red)

Raditya